Diseminasi Litbangyasa Produk Alat Mesin Pertanian, Hankam dan Kesehatan

Pada hari Rabu (9/11) tahun 2017, BBLM melaksanakan Diseminasi Litbangyasa Produk Alat Mesin Pertanian, Hankam dan Kesehatan bertempat di Hote Marbella Suites Jl. Sentra Dago Pakar, Bandung.

Perkembangan teknologi dan pasar bebas di dunia, makin memaksa negara untuk membuat pertahanannya dalam bidang industri dan perdagangan.  Hal ini dilakukan tidak lain untuk melindungi rakyat sebagai konsumen dan industri dalam negeri sebagai salah satu penggerak perekonomian negara.  Salah satu bentuk pertahanan negara yang berlaku di Indonesia adalah dengan memberlakukan SNI wajib untuk produk-produk yang dianggap menyangkut keselamatan penggunanya. Sepeda dianggap sebagai salah satu produk yang membutuhkan persyaratan keselamatan dalam penggunaannya, sehingga mulai tahun 2008 pemerintah memberlakukan SNI 1049-2008 secara wajib. SNI ini mengacu pada SNI 09-1049-1989, yang sebelumnya masih belum berlaku secara wajib.


Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Nomor 15/IUBTT/Per/4/2011 tentang petunjuk teknis pelaksanaan penerapan dan pengawasan pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) sepeda roda dua secara wajib.  Ruang lingkup peraturan ini meliputi SNI 1049-2008 tentang sepeda.  Sepeda yang dimaksud adalah yang memenuhi syarat berikut, yakni memiliki ketinggian posisi sadel minimum 365 mm dengan kondisi batang sadel (seat pillar) masuk ke dalam tabung luar (seat tube) bagian dari rangka sedalam minimum dua kali diameter tabung luar, sedangkan untuk batang sadel dan tabung luar (seat tube) yang tidak berbentuk bulat minimum kedalamannya yang masuk ke dalam tabung luar (seat tube) tidak kurang dari 65 mm.  Sementara itu, penerapan SNI diberlakukan wajib bagi sepeda roda dua yang diproduksi dan atau diimpor sejak diberlakukan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 114/M-IND/PER/10/2010.  Pada SNI 1049-2008, pengujian sepeda terbagi menjadi dua garis besar, yaitu pengujian sepeda secara utuh dan pengujian parts sepeda. Pengujian sepeda secara utuh terdiri dari pengujian visual, pengujian rem basah dan kering, pengujian  struktur dan mekanisme gerak, dan pengujian jalan. Sedangkan pengujian parts sepeda terdiri atas pengujian pedal, sadel, stang, boncengan, rangka, dan garpu depan.


Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM/MIDC) Kementerian Perindustrian merupakan salah satu lembaga yang mampu melakukan pengujian sepeda sesuai dengan SNI 1049-2008. Peralatan untuk melakukan pengujian sepeda ini terdiri atas empat alat uji, dimana tiap alat dapat melakukan bebarapa pengujian parts maupun sepeda utuhnya. Peralatan uji sepeda ini adalah: Disk Brake Force and Road Performance Durability Tester CHUN YEN CY-6758, Computer Dynamic Fatique Tester two cylinder CHUN YEN CY-6751, Frame Fatique Tester CHUN YEN CY-6715,dan Bike Multi Function Impact Tester HENGZHUN HZ-1410.


A. Disk Brake Force and Road Performance Durability Tester CHUN YEN CY-6758
Alat uji ini sesuai SNI 1049-2008 dapat digunakan untuk menguji rem tipe basah tipe kering, dan uji mekanisme gerak. Secara keseluruhan, alat ini dapat menguji sepeda berdasarkan EN standar yang merupakan salah satu referensi yang dipakai pada SNI 1049-2008.
Pada pengujian rem tipe basah, sepeda diberi beban sebesar 80 kg yang terdistribusi peda titik - titik tempat dimana gaya sering bekerja pada sepeda tersebut. Lalu sepeda dijalankan dengan kecepatan 25 km/jam. Sepeda direm dengan gaya 10 - 15 kg pada setiap handle remnya. Jarak pengereman yang terjadi, tidak boleh melebihi 7 meter. Hal yang sama dilakukan untuk pengujian rem tipe basah, yang membedakanya adalah kecepatan sepeda yaitu sebesar 15 km/jam, jarak pengereman 5 meter, dan pemberian air pada tiap kampas rem. 


Untuk pengujian mekanisme gerak, sepeda diberi beban yang sama dengan uji rem. Lalu pedal sepeda dihubungkan pada alat melalui konektor khusus ke alat uji. Pada lintasannya pun dipasang slot dengan ukuran tertentu. Setelah itu pedal dijalankan denagn kecepatan 9 km/jam selama enam jam. Setelah selesai pengujian, sepeda diperiksa untuk mengetahui apakah ada cacat ataupun kendur  dan perubahan penstelan pada sepeda.

Gambar 1. Disk Brake Force and Road Performance Durability Tester CHUN YEN CY-6758


B. Computer Dynamic Fatique Tester two cylinder CHUN YEN CY-6751
Merupakan alat uji universal dengan penggerak hidrolik yang dapat melakukan pengujian vibrasi, tarik, maupun tekan, baik dengan beban yang ditahan, maupun beban yang tak ditahan. Pada pengujian sepeda SNI 1049-2008, alat ini digunakan untuk menguji vibrasi garpu depan sebanyak 70.000 kali, uji vibrasi stang sebanyak 20.000 kali, uji beban stang, uji beban batang pemegang stang, uji vibrasi sadel, uji beban sadel, uji beban boncengan, dan uji tarik grip. Penilaian akhir untuk mengetahui keberterimaan parts sepeda ini adalah perubahan deformasi, dan pengujian visual untuk cacat maupun retak pada lasannya.


Gambar 2. Computer Dynamic Fatique Tester two cylinder CHUN YEN CY-6751

 

C. Frame Fatique Tester CHUN YEN CY-6715
Alat uji ini digunakan untuk pengujian lelah rangka. Pada pengujian ini, rangka sepeda akan diberi beban sebesar 65 kg yang terdistribusi pada merata pada rangka, lalu rangka sepeda akan diberi vibrasi sebesar 2 - 5 Hz. Setelah pengujian dilakukan, tidak boleh terjadi retak pada rangka sepeda ini.

Gambar 3. Frame Fatique Tester CHUN YEN CY-6715


D. Bike Multi Function Impact Tester HENGZHUN HZ-1410
Merupakan alat uji impak untuk parts sepeda dengan beban impak sebesar 10 – 35 kg. Pada SNI 1049-2008, pengujian yang dilakukan menggunakan alat ini adalah uji impak pedal, impak rangka, dan impak garpu depan.
Setelah pengujian selesai, part sepeda tersebut diuji secara visual untuk melihat cacat yang terjadi pada lasannya, dan diukur besaran deformasi yang terjadi pada part tersebut.



Gambar 4. Bike Multi Function Impact Tester HENGZHUN HZ-1410

Joomla templates by a4joomla