Prosedur pencapaian 3 hasil, dan poin pelaksanaannya

HASIL 1.
Meningkatnya kemampuan instansi teknis pengerjaan logam (yang menjadi target kerjasama) dalam memberikan pelayanan teknis terhadap industry pengecoran mengenai manajemen produksi dan pengecoran (terutama pengecoran baja)

Kegiatan

  1. Memahami level teknis pengecoran pada contact person -> membuat bahan pengajaran training
  2. Training Pengecoran di Indonesia bagi pejabat level atas(1 minggu X 15 org X 3 kali)
  3. Training Pengecoran di Jepang bagi pejabat level atas(2 minggu X 15 org X 3 kali)
  4. Training Pengecoran di Indonesia bagi pejabat level menengah(3 minggu X 10 org X 3 kali)
  5. Membimbing kunjungan industry(setahun 3 kali)
  6. Pengembangan target produk pengecoran(Pengumpulan informasi -> disain ->Trial -> Test dan Modiv ->  belajar metoda membimbing produksi)



HASIL 2

Meningkatnya kemampuan instansi teknis pengerjaan logam (yang menjadi target kerjasama) dalam memberikan pelayanan teknis terhadap industry pengerjaan logam (tidak termasuk industry pengecoran) mengenai manajemen produksi.

Kegiatan

  1. Memahami level manajemen produksi pada contact person ->membuat bahan pengajaran training
  2. Training manajemen produksi di Indonesia bagi pejabat level atas(1 minggu X 5 org X 3 kali)
  3. Training manajemen produksi di Jepang bagi pejabat level atas(2 minggu X 5 org X 3 kali)
  4. Training manajemen produksi di Indonesia bagi pejabat level menengah(3 minggu X 15 org X 3 kali)


Point

  • Tranfer teknologi dilakukan agar Contact Person memiliki rasa memiliki, dan menyadari untuk dapat melanjutkan secara terus menerus (setelah proyek ini selesai)
  • Memperjelas pembagian tugas C/P, dan membentuk system pelaksanaan proyek
  • Memperjelas secara kongkrit indeks PDM
  • Perbaikan program training berdasarkan PDCA circle
  • Penerapan keselamatan di lapangan training
  • Pada bimbingan keliling, melakukan bimbingan utk memperkuat daya saing produk


HASIL 3

Dibuatnya Action Plan (usulan) untuk pengembangan kemampuan memberikan pelayanan mengenai pengerjaan logam terhadap Supporting Industri Construction Machinary secara berkelanjutan.

Kegiatan

  1. Pemilihan konsultan pelaksana
  2. Survei B/L
  3. Survei E/L
  4. Survei Data terkait yg ada, rencana / strategi/ kebijakan pengembangan yg ada.
  5. Pembuatan usulan action plan

Point

  1. Pada pembuatan usulan action plan, C/P terlibat secara mandiri.
  2. Isi usulan action plan, bertujuan utk dapat mengembangkan pelayanan teknis oleh C/P secara berkelanjutan, berdasar pada kondisi hasil 1 dan 2 , dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pada industry machinery, supporting industrynya , dan   juga sejalan dengan kebijakan dan rencana pengembangan industry oleh MOI
  3. E/L dibandingkan dengan B/L, difokuskan pada bagian apakah dukungan teknis pada proyek ini dapat memberikan efek pada prestasi perusahaan
Joomla templates by a4joomla